SATUAN
ACARA PENYULUHAN
KELUARGA
BERENCANA
Pokok Bahasan :
Keluarga Berencana ( KB )
Penyuluh :
Eneng Risa Apriliani
Sasaran : Pasangan
Usia Subur (PUS)
Jumlah Sasaran : 50 PUS
Tempat : Pos
KB Desa Bangunjaya
Waktu : 30 menit
Hari / tanggal : Jum’at, 13 Juli 2018
I.
TUJUAN
INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan 30
menit, diharapkan PUS
mampu memahami, mengerti, serta mengikuti program KB
II.
TUJUAN
INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penjelasan selama
30 menit, ibu diharapkan
1.
Dapat menjelaskan
tentang pengertian KB
2.
Dapat menjelaskan
tentang tujuan KB
3.
Dapat menjelaskan
tentang manfaat KB
4.
Dapat menjelaskan
tentang jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan, indikasi,
kontraindikasi, efek samping, cara dan waktu pemberian/pemasangan dari
masing-masing alat kontrasepsi.
III.
MATERI
1.
Pengertian KB
2.
Tujuan KB
3.
Manfaat KB
4.
Jenis-jenis, cara
kerja, efektivitas, keuntungan, indikasi, kontraindikasi, efek samping, cara
dan waktu pemberian/pemasangan dari masing-masing alat kontrasepsi.
IV.
METODE
No
|
Tahapan
|
Waktu
|
Kegiatan
|
Keterangan
|
1
|
Pembukaan
|
5 menit
|
a. Memperkenalkan
diri
b. Menjelaskan
tujuan KIE
c. Menyepakati
waktu untuk KIE
d. Menggali
pengetahuan PUS tentang KB
|
Curah pendapat
|
2
|
Inti
|
20 menit
|
a.
Menjelaskan tentang
pengertian KB
b.
Menjelaskan tentang
tujuan KB
c.
Menjelaskan tentang
manfaat KB
d.
Menjelaskan tentang
jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan, indikasi, kontraindikasi,
efek samping, cara dan waktu pemberian/pemasangan dari masing-masing alat
kontrasepsi.
|
Ceramah
|
3
|
Penutup
|
5 menit
|
a. Memberikan
kesempatan sasaran untuk bertanya tentang hal yang belum dimengerti
b. Melakukan
evaluasi secara lisan tentang KB
c. Memberikan
salam penutup
|
Tanya jawab
|
V. MEDIA, SUMBER
1.
Media :
a. Presentasi Powerpoint
b. Lembar
Balik KB
c. Alat Bantu Pengambil Keputusan Ber-KB
2.
Sumber : Bagian
Obstetry dan Genekologi FK
Unpad.2000.Teknik Keluarga Berencana,
Bandung: Elstar Offset. Manuaba.1998.Ilmu
Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan,
Jakarta: EGC. Prawirohardjo,Sarwono.
2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka.
MATERI
Keluarga
Berencana (KB)
1.
Pengertian
Keluarga Berencana (KB)
a.
Menurut Entjang
(Ritonga, 2003 : 87) Keluarga Berencana (KB) adalah suatu upaya manusia untuk
mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum dan
moral Pancasila untuk kesejahteraan keluarga.
b.
Keluarga Berencana
adalah metode medis yang dicanangkan oleh pemerintah untuk menurunkan angka
kelahiran. (Manuaba,1998)
c.
KB merupakan bagian
dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk pengaturan kehamilan dan merupakan
hak setiap individu sebagai makhluk seksual (Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi,
2003).
2.
Tujuan
KB
a. Tujuan
umum
1) Membentuk
keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial
ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh
suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
2) Mewujudkan
keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi
dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran
dan pertumbuhan penduduk Indonesia
b. Tujuan
khusus
1) Pengaturan
kelahiran
2) Pendewasaan
usia perkawinan.
3) Peningkatan
ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
4) Mencegah
kehamilan karena alasan pribadi
5) Menjarangkan
kehamilan
6) Membatasi
jumlah anak
3.
Manfaat
KB
Dengan mengikuti
program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor akan mendapatkan tiga
manfaat utama optimal, baik untuk ibu, anak dan keluarga, antara lain:
a. Manfaat
Untuk Ibu:
1) Mencegah
kehamilan yang tidak diinginkan
2) Mencegah
setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
3) Menjaga
kesehatan ibu
4) Merencanakan
kehamilan lebih terprogram
b. Manfaat
Untuk Anak:
1) Mengurangi
risiko kematian bayi
2) Meningkatkan
kesehatan bayi
3) Mencegah
bayi kekurangan gizi
4) Tumbuh
kembang bayi lebih terjamin
5) Kebutuhan
ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
6) Mendapatkan
kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
c. Manfaat
Untuk Keluarga:
1) Meningkatkan
kesejahteraan keluarga
2) Harmonisasi
keluarga lebih terjaga
4.
Jenis-jenis
KB
a) KB
Pil
1) Pengertian
Pil adalah obat
pencegah kehamilan yang diminum. Pil
telah diperkenalkan sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil
dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila
diminum secara teratur. Minum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya
keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu yang
tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya
penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau selama masih
menyusui) dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang lain.
2) Jenis-jenis
KB Pil
a. Pil
gabungan atau kombinasi
Tiap pil mengandung dua
hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil gabungan mengambil
manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan hampir 100%
efektif bila diminum secara teratur.
b. Pil
khusus – Progestin (pil mini)
Pil ini mengandung
dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan,
terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi pada leher
rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga
mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat
perletakan telur yang telah dibuahi.
3) Kelebihan
Beberapa Pil KB
memiliki kandungan progesteron sehingga memiliki anti-androgen (cyproterone
acetate, drospirenone). Kedua zat tidak hanya mencegah kehamilan, namun juga
dapat mengurangi jerawat dan rambut halus di wajah cantik wanita. Adapun
kelebihan Pil
KB yang lain adalah:
a. Penggunaan
Pil KB mudah, karena hanya dibutuhkan
kepatuhan wanita untuk meminumnya.
b. Kehamilan
bisa segera terjadi
setelah anda berhenti minum Pil KB tersebut.
c. Kandungan
hormonal Pil KB membuat lapisan endometrium mengalami penebalan dan peluruhan
sesuai dengan siklus 28 hari sehingga dapat mengurangi beberapa keluhan haid.
d. Menurunkan
risiko kanker endometrium dan tumor ovarium. Sehingga menghindarkan dari resiko
kanker serviks.
e. Bisa
digunakan sebagai kontrasepsi emergensi setelah hubungan suami istri yang tidak
terlindung oleh alat kontrasepsi.
f. Mencegah
anemia akibat kekurangan zat besi pada darah.
4) Kekurangan
Namun memang tidak
semua Ibu dengan program KB cocok dengan penggunaan pil KB. Bahkan pada
beberapa kasus sangat tidak disarankan penggunaan pil KB. Kondisi tersebut
adalah bagi Ibu yang menderita
penyumbatan pembuluh darah (trombosis), gangguan fungsi hati, migrain, penyakit
darah tinggi, diabetes mellitus, perokok dan wanita dengan usia di atas 35
tahun. Adapun Kekurangan penggunaan Pil KB yang lain adalah:
a.
Terasa mual, biasanya
dirasakan selama 3 bulan pertama,
b.
Terjadi pendarahan di
antara masa haid terutama bila lupa atau terlambat minum Pil KB tersebut,
c.
Mengalami sakit kepala
ringan,
d.
Terjadi nyeri payudara,
e.
Beberapa wanita yang
mengkonsumsi Pil KB dosis rendah, mengeluh nyeri saat berhubungan badan,
f.
Anda harus mempunyai
stok lebih sebagai persediaan.
5) Kontra
indikasi Pemakaian Pil
Kontrasepsi pil tidak
boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah,
kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises,
perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (struma),
penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat pada
sebelah kepala).
6) Efek
Samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat
menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak
hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang vagina
(candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat badan.
7) Cara
Pemakaian Pil KB :
a.
Untuk mereka yang baru
pertama kali menggunakan pil KB, mulai minum pil saat haid yaitu mulai di hari
ke lima haid atau paling baik di hari pertama haid. Bila dimulai pada saat haid
sudah berhenti, jika hendak melakukan hubungan intim, gunakan kondom selama 7
hari pertama menelan pil untuk mencegah terjadinya kehamilan.
b.
Untuk mencegah lupa
minum pil, minumlah pil KB secara teratur setiap harinya pada jam yang sama,
disarankan untuk menelan pil pada malam hari (sebelum tidur atau setelah makan
malam).
c.
Jika lupa minum satu pil KB(
aktif bukan placebonya ) minum segera saat teringat dan minum pil dosis hari
itu di saat waktu rutin biasanya. Jika lupa 1 hari (24 jam) maka masih dapat
diminum 2 tablet langsung pada saatnya minum pil. Namun jika lupa lebih dari 1
hari, buang pil yang terlupa dan lanjutkan minum pil sesuai harinya, namun
karena efektifitas berkurang, perlu dikombinasikan dengan kontrasepsi kondom
saat berhubungan intim. (Hanafi Hartanto,2002)
d.
Contoh : Biasa minum
pil KB setiap
jam 9 malam
e.
Tanggal 1 lupa minum
pil KB, baru teringat jam 10 pagi di tanggal 2, maka segera minum pil KB yang
terlupa. Jam 9 malam tanggal 2, minum pil KB seperti biasa.
f.
Tanggal 1 lupa minum
pil KB, baru teringat jam 9 malam tanggal 2, maka minum ke dua pil sekaligus.
g.
Tanggal 1 dan tanggal 2
lupa minum pil KB, baru teringat di tanggal 3 maka buang ke dua pil, dan jam 9
malam tanggal 3 tetap minum pil KB sesuai harinya, dan bila hendak melakukan
hubungan intim 7 hari ke depan gunakan kondom agar tidak terjadi kehamilan.
h.
Untuk pil KB dengan isi
21 pil, setelah pil terakhir dimakan, maka 7 hari kedepan libur/ tidak makan
pil. Saat libur inilah diperkirakan akan terjadi haid, yang biasanya timbul 2-3
hari setelah pil habis. Setelah libur 7 hari, baik haid sudah selesai ataupun
belum, minum kembali pil KB dari blister yang baru. Jika lupa tidak berhenti
minum pil dan langsung melanjutkan blister yang baru maka haid tidak akan
terjadi. Hal ini karena efek lanjutan hormon estrogen dan progesteron pada pil
KB. Hentikan pil KB maka dalam beberapa hari akan terjadi haid.
i.
Untuk pil KB dengan isi 28 pil, 7
buah pil yang beda ukuran dan warnanya dari 21 pil lainnya, sebenarnya tidak
mengandung hormon melainkan hanya tepung saja (plasebo) sehingga tidak memiliki
efek pengobatan. Saat minum pil plasebo inilah haid diperkirakan akan terjadi.
Tujuan disediakan pil plasebo hanyalah sebagai pengingat saja supaya tidak
lupa, tinggal menyambung dengan pil berikutnya.
j.
Untuk ibu menyusui
tersedia minipil (hanya mengandung progesteron, tidak mengandung estrogen). Pil
ini mempunyai efek seperti suntikan KB karena tidak mengendung estrogen,
sehingga tidak mengganggu kualitas maupun kuantitas ASI, contohnya : Excluton.
8) Untuk
ibu pasca melahirkan, maka pemakaian pil KB dimulai saat :
a.
Ibu telah berhenti
menyusui atau 6 bulan setelah melahirkan (mana yang lebih dulu)
b.
3 - 6 minggu pasca
salin untuk ibu yang tidak menyusui
c.
Bila telah lebih dari 42
hari (6 minggu) pasca salin dan tidak menyusui, yakinkan dulu bahwa tidak
hamil, baru mulai minum pil KB
9) Untuk
pemakaian pil KB setelah keguguran :
a. Mulai
pada 7 hari pertama keguguran
b. Setiap
saat asal yakin tidak hamil dan berKB ganda (kondom atau spermisida) selama 7
hari pertama.
b) KB Suntik
1) Pengertian
Kontrasepsi suntikan
adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan
hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin
banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis,
harganya relatif murah dan aman. Sebelum
disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya. Suntikan diberikan saat
ibu dalam keadaan tidak hamil. Umumnya pemakai suntikan KB mempunyai memakai
suntikan KB, termasuk penggunaan cara KB hormonal selama maksimal 5 tahun.
2) Jenis-jenis
KB suntik
Jenis-jenis alat KB
suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:
a. Suntik
1 bulan adalah suntikan kombinasi yang
dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan dosis
25 mg depomedroxy progesterone aserat dan 5 mg estradiol cyplonate. Komposisi :
tiap ml suspensi dalam air mengandung :Medroxy progesterone acetate 50 mg,
Estradiol cypionate 10 mg.
(1) Waktu
pemberian dan dosis
Disuntikkan dalam dosis 50 mg norithidrone anantat dan 5
mg estradiol varelat yang diberikan melalui I.M sebulan sekali. Sangat efektifitas (0,1
– 0,4 kehamilan / 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan.
(2) Keuntungan
Resiko terhadap
kesehatan kecil, tidak berpengaruh pada hubungan sex, tidak diperlukan
pemeriksaan dalam, jangka panjang, efek samping sangat kecil, klien tidak perlu
menyimpan obat suntik.
(3) Efek
samping
Perubahan pada kulit
gatal-gatal penggelapan warna kulit, sakit kepala, sakit pada dada, peningkatan
berat badan, perdarahan berkepanjangan, anoreksia, rasa lelah, depresi, payudara
lembek dan galaktorea, penyakit troboembolik, tromboflebitis, perdarahan tidak
teratur.
(4) Waktu
mulai menggunakan suntikan kombinasi
Suntikan pertama dapat
diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid, bila disuntikan pertama diberikan
setelah hari ke 7 siklus haid, klien tidak boleh berhubungan sex selama 7 hari
/ menggunakan, kontrasepsi lain untuk 7 hari, bila klien pasca persalinan 6
bulan, menyusui serta belum haid suntikan pertama dapat diberikan sutnikan
kombinasi, pasca keguguran ; suntikan kombinasi dapat segera diberikan / dalam
waktu 7 hari, bila sebelumnya juga kontrasepsi hormonal dan ingin ganti
suntikan pertama dapat segera diberikan asal ibu tidak hamil dan pemberiannya
tanpa perlu menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1-7 siklus haid,
metode kontrsepsi lain tidak diperlukan, ibu sebelumnya menggunakan AKDR,
suntikan pertama diberikan hari 1-7 siklus haid cabut segera AKDR (Harnawati,
2008).
b. Suntik
3 bulan (Depo Provera) Adalah medroxy progesterone yang di gunakan untuk tujuan
kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat
efektif.
(1) Komposisi
: Suspensi steril depo medroxy progesterone acetat (DPPA) dalam air, tiap viral berisi 3 ml suspensi
(150 mg medroxy progesterone acetate), tiap vial berisi 1 ml suspensi (150 ml medroxy progesterone
acetate)
(2) Waktu
pemberian dan dosis
Di suntikan dalam dosis
150 mg/cc sekali 3 bulan. Suntikan
harus lama pada otot bokong musculus gluteus agak dalam.
(3) Efektifitas
Efektifitas tinggi
dengan 0,3 kehamilan paer 100 perempuan tidap tahan asal penyuntikannya
dilakukan secara teratur.
(4) Keuntungan
Lebih
mudah digunakan, tidak perlu setiap hari seperti menelan pil, tidak mengandung
esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan
gangguan pembekuan darah, sangat efektif, tidak memiliki pengaruh terhadap ASI,
dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai pre menopause,
membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik, tidak menggangu
hubungan seksual, mengurangi rasa nyeri dan haid, tidak di dapat pengaruh
sampingan dari pemakaian esterogen.
(5) Efek
samping
Reaksi
anafilaktis dan anafiliatik, penyakit tromboem balik tromboplebitis, system
syaraf pusat gelisah, depresi, pusing, sakit, tidak bisa tidur, selaput kulit
dan lendir bercak merah / jerawat, gastro intestinal mual, payudara lembek dan
galaktorea, perubahan warna kulit di tempat suntikan.
(6) Cara
pemberian
Waktu
pasca persalinan (pp) ; berikan pada hari 3-5 pp / sesudah ASI berproduksi ibu
sebelum pulang dari RS / 6-8 minggu pasca bersalin asal ibu tidak hamil / belum
melakukan koitus,
pasca keguguran ; segera setelah kuretage / sewaktu ibu hendak pulang dari RS
hari pasca abortus, asal ibu belum hamil lagi. dalam masa interval diberikan
pada hari 1-5 haid
(7) Mekanisme
kerja
Primer
; masalah ovulasi (kadar FSH dan LH menurun dan tidak terjadi setakan LH (LH
surge) respon kelenjar hipofise terhadap gonadotropin releasing hormone
eksogenneus tidak berubah, sehingga memberi kesan proses terjadi di hipotalamus
dari pada kelenjar hipofise,
(menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi ovulasi), sekunder ;
mengentalkan lendir dan menjadi sedikit sehingga menurunkan kemampuan penetrasi
sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi, menghambat
trasportasi gamet dan tuba, mengubah endrometrium menjadi tidak sempurna untuk
implantasi hasil konsepsi.
c) Implant
1) Pengertian
Implant
Alat kontrasepsi yang
disusupkan dibawah kulit lengan atas sebelah dalam berbentuk kapsul silastik
(lentur) panjangnya sedikit lebih pendek dan pada batang korek api dan dalam
setiap batang mengandung hormon levonorgestrel yang dapat mencegah terjadinya
kehamilan (BKKBN, 2006).
2) Jenis
Implant
Jenis-jenis implant
menurut Saifuddin (2006) adalah sebagai berikut :
Norplant terdiri dari 6
batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm dengan diameter 2,4 mm,
yang berisi dengan 36 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
a. Implanon
terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter
2 mm, yang berisi dengan 68 mg 3 ketodesogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
b. Jadena
dan Indoplant terdiri dari 2 batang yang berisi dengan 75 mg levonorgestrel
dengan lama kerja 3 tahun.
3) Mekanisme
Kerja
Cara kerja implant yang
setiap kapsul susuk KB mengandung 36 mg levonorgestrel yang dikeluarkan setiap
harinya sebanyak 80 mg. Konsep mekanisme kerjanya menurut Manuaba (1998) adalah
:
a.
Dapat menghalangi
pengeluaran LH sehingga tidak terjadi ovulasi.
b.
Mengentalkan lendir
serviks dan menghalangi migrasi spermatozoa.
c.
Menipiskan endometrium
sehingga tidak siap menjadi tempat nidasi.
4) Pemasangan
implant menurut Saifuddin (2006) dapat dilakukan pada :
a.
Perempuan yang telah
memilih anak ataupun yang belum.
b.
Perempuan pada usia
reproduksi (20–30 tahun).
c.
Perempuan yang
menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi dan menghendaki
pencegahan kehamilan jangka panjang.
d.
Perempuan menyusui dan
membutuhkan kontrasepsi.
e.
Perempuan pasca
persalinan.
f.
Perempuan pasca
keguguran.
g.
Perempuan yang tidak
menginginkan anak lagi, menolak sterilisasi.
h.
Perempuan yang tidak
boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen.
i.
Perempuan yang sering
lupa menggunakan pil.
5) Kontraindikasi
Menurut Saifuddin
(2006) menjelaskan bahwa kontra indikasi implant adalah sebagai berikut :
a.
Perempuan hamil atau
diduga hamil.
b.
Perempuan dengan
perdarahan pervaginaan yang belum jelas penyababnya.
c.
Perempuan yang tidak
dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi.
d.
Perempuan dengan mioma
uterus dan kanker payudara.
e.
Perempuan dengan
benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
6) Keuntungan
Keuntungan dari implant
menurut Saifuddin (2006) adalah :Keuntungan kontrasepsi yaitu :
a.
Daya guna tinggi
b.
Perlindungan jangka
panjang (sampai 5 tahun).
c.
Pengembalian tingkat
kesuburan cepat setelah pencabutan.
d.
Tidak memerlukan
pemeriksaan dalam.
e.
Bebas dari pengaruh
estrogen.
f.
Tidak mengganggu
kegiatan senggama.
g.
Tidak mengganggu ASI.
h.
Klien hanya perlu
kembali ke klinik bila ada keluhan.
i.
Dapat dicabut setiap
saat sesuai dengan kebutuhan.
Keuntungan non
kontrasepsi yaitu :
a.
Mengurangi nyeri haid.
b.
Mengurangi jumlah darah
haid
c.
Mengurangi/memperbaiki
anemia.
d.
Melindungi terjadinya
kanker endometrium.
e.
Menurunkan angka
kejadian kelainan anak payudara.
f.
Melindungi diri dari
beberapa penyebab penyakit radang pangul.
g.
Menurunkan angka
kejadian endometriosis.
7) Kerugian
Hartanto, (2002)
mengemukakan bahwa kerugian implant adalah:
a.
Insersi dan pengeluaran
harus dilakukan oleh tenaga terlatih.
b.
Petugas medis
memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan pengangkatan implant.
c.
Lebih mahal.
d.
Sering timbul perubahan
pola haid.
e.
Akseptor tidak dapat
menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
f.
Beberapa wanita mungkin
segan untuk menggunakannya karena kurang mengenalnya.
g.
Implant kadang-kadang
dapat terlihat orang lain.
d) IUD
1) Pengertian
IUD adalah alat kecil
terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim,
yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan
cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.
2) Jenis-jenis
IUD di Indonesia
a. Copper-T
IUD berbentuk T,
terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan
kawat tembaga halus.Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek
antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.IUD bentuk T yang baru. IUD
ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal
lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam
mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan
menstruasi.Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal
dan amenorhea.
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka
7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran
diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang
mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga
halus pada jenis Copper-T.
3) Cara
Kerja
a.
Menghambat kemampuan
sperma untuk masuk ke tuba falopii
b.
Mempengaruhi
fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
c.
IUD bekerja terutama
mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke
dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
4) Efektifitas
IUD sangat efektif,
(efektivitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil.
Tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun; Nova T dan Copper T 200 (CuT-200)
dapat dipakai 3-5 tahun; Cu T 380A dapat untuk 8 tahun . Kegagalan rata-rata
0.8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian.
5) Indikasi
Prinsip pemasangan
adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri).Saat
pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan masih terbuka dan
rahim dalam keadaan lunak.Misalnya, 40 hari setelah bersalin dan pada akhir
haid. Yang boleh menggunakan IUD adalah:
a.
Usia reproduktif
b.
Keadaan nulipara
c.
Menginginkan
menggunakan kontrasepsi jangka panjang
d.
Perempuan menyusui yang
menginginkan menggunakan kontrasepsi
e.
Setelah melahirkan dan
tidak menyusui
f.
Setelah mengalami
abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
g.
Risiko rendah dari IMS
h.
Tidak menghendaki
metoda hormonal
i.
Tidak menyukai
mengingat-ingat minum pil setiap hari
j.
Tidak menghendaki
kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama
k.
Perokok
l.
Gemuk ataupun kurus
6) Kontraindikasi
Yang tidak
diperkenankan menggunakan IUD adalah
a.
Belum pernah melahirkan
b.
Adanya perkiraan hamil
c.
Kelainan alat kandungan
bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan,
perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.
d.
Perdarahan vagina yang
tidak diketahui
e.
Sedang menderita
infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
f.
Tiga bulan terakhir
sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septic
g.
Kelainan bawaan uterus
yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri
h.
Penyakit trofoblas yang
ganas
i.
Diketahui menderita TBC
pelvic
j.
Kanker alat genital
k.
Ukuran rongga rahim
kurang dari 5 cm
7) Keuntungan
a.
Sangat efektif. 0,6 –
0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170
kehamilan). Pencegah kehamilan jangka panjang yang AMPUH, paling tidak 10 tahun
b.
IUD dapat efektif
segera setelah pemasangan
c.
Metode jangka panjang
(10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
d.
Tidak mempengaruhi
hubungan seksual.Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa aman terhadap
risiko kehamilan
e.
Tidak ada efek samping
hormonal dengan CuT-380A
f.
Tidak mempengaruhi
kualitas dan volume ASI.Aman untuk ibu menyusui – tidak mengganggu kualitas dan
kuantitas ASI
g.
Dapat dipasang segera
setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)
h.
Dapat digunakan sampai
menopause
i.
Tidak ada interaksi
dengan obat-obat
j.
Membantu mencegah
kehamilan ektopik
k.
Setelah IUD
dikeluarkan, bisa langsung subur
8) Kerugian
Setelah pemasangan,
beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan pendarahan
sedikit-sedikit (spoting).Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah pemasangan.
Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan akan
hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan masih
berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. Pada saat pemasangan,
sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri
dibagian perut. Dan harus segera ke klinik jika:
a.
Mengalami keterlambatan
haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-muntah.
b.
Terjadi pendarahan yang
lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.
c.
Terdapat tanda-tanda
infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain
sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat.
d.
Sakit, misalnya
diperut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter jika anda
menemukan gejala-gejala diatas.
9) Efek
Samping dan Komplikasi
a.
Perubahan siklus haid,
haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit.
b.
Komplikasi lain: merasa
sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat
pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia, perforasi
dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar).
c.
Tidak mencegah IMS
termasuk HIV/AIDS
d.
Tidak baik digunakan
pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan
e.
Penyakit radang panggul
terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD, PRP dapat memicu infertilitas
f.
Prosedur medis,
termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan IUD
g.
Sedikit nyeri dan
perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan IUD.Biasanya menghilang
dalam 1 – 2 hari
h.
Klien tidak dapat
melepas IUD oleh dirinya sendiri.Petugas terlatih yang dapat melepas
i.
Mungkin IUD keluar dari
uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila IUD dipasang segera setelah
melahirkan)
j.
Tidak mencegah
terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi IUD mencegah kehamilan normal
k.
Perempuan harus
memeriksa posisi benang IUD dari waktu ke waktu.
10) Waktu
Pemasangan
a.
2 sampai 4 hari setelah
melahirkan
b.
40 hari setelah
melahirkan
c.
Setelah terjadinya
keguguran
d.
Hari ke 3 haid sampai
hari ke 10 dihitung dari hari pertama haid
e.
Menggantikan metode KB
lainnya
11) Waktu
pemeriksaan Diri
a.
1 bulan pasca
pemasangan
b.
3 bulan kemudian
c.
Setiap 6 bulan
berikutnya
d.
Bila terlambat haid 1
minggu
e.
Perdarahan banyak atau
keluhan istimewa lainnya
12) Keluhan-keluhan
pemakai IUD
Keluhan yang dijumpai pada
penggunaan IUD adalah terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan
mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan
berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak, pemakaian IUD harus
dihentikan.Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid.Misalnya, pada permulaan
haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian secara
mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari.Selanjutnya kembali sedikit
selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim
(uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena
terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap IUD yang merupakan benda asing
dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini akan segera teratasi.
Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemakaian
IUD.
e) Kontrasepsi
Mantap
Tubektomi
adalah tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita
tersebut tidak akan mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa dilakukan juga
pada pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah
mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang
konvensional. Cara kontrasepsi ini baik sekali, karena kemungkinan untuk
menjadi hamil kecil sekali. Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan
sterilisasi adalah kesukarelaan dari akseptor. Dengan demikian, sterilisasi
tidak boleh dilakukan kepada wanita yang belum/tidak menikah, pasangan yang
tidak harmonis atau hubungan perkawinan yang sewaktu-waktu terancam perceraian,
dan pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan
untuk mengambil keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri.
Misalnya, untuk usia istri 25–30 tahun, jumlah anak yang hidup harus 3 atau
lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar